![]() |
Ilustrasi Makanan Tradisional Indonesia (freepik.com) |
Street food bukan sekadar makanan. Ia adalah cerita, budaya, dan pengalaman hidup. Setiap gigitannya menyimpan jejak tradisi yang sudah diwariskan dari generasi ke generasi. Nah, berikut ini beberapa street food khas daerah tertentu di Indonesia yang belum populer di kalangan wisatawan, tapi dijamin bikin lidah menari dan hati jatuh cinta.
1. Kue Lontar – Street Dessert dari Tanah Papua
Sebagian besar orang mungkin mengenal Papua dari keindahan Raja Ampat dan kekayaan alamnya. Tapi tahukah kamu bahwa Papua juga punya sajian manis khas yang menggoda? Namanya Kue Lontar.
Kue ini adalah versi lokal dari egg tart, tapi dengan ukuran jumbo! Ukurannya bisa sebesar piring makan, loh. Dibuat dari campuran susu, telur, dan mentega, teksturnya lembut dengan rasa manis yang pas, tidak lebay. Biasanya dijual di pinggiran jalan atau pasar tradisional di Jayapura.
Yang bikin unik, kue lontar ini sering dijadikan suguhan saat acara-acara penting atau oleh-oleh khas dari Papua. Sayangnya, karena belum banyak yang mengeksplor kuliner Papua, makanan ini belum dikenal luas oleh wisatawan.
2. Sate Bulayak – Juara Pedas dari Lombok
Kalau biasanya sate disajikan dengan lontong biasa, beda ceritanya di Lombok. Di sana, ada yang namanya Sate Bulayak. Daging sapinya empuk, dibumbui rempah khas Sasak, dan yang paling menarik adalah lontongnya dibungkus dengan daun enau (aren), memberi aroma khas yang tak bisa ditemukan di mana pun.
Sate ini disiram dengan bumbu kacang yang sudah diulek dengan cabai lokal Lombok – jadi bisa dibayangkan pedasnya seperti apa. Rasanya kompleks: pedas, gurih, sedikit manis, dan sangat khas. Penjualnya biasanya ada di sekitar pasar atau di tempat-tempat yang sering jadi titik kumpul warga lokal.
3. Kerupuk Basah – Camilan Lezat dari Bumi Kalimantan
Kalau mendengar kata kerupuk, mungkin kamu membayangkan makanan renyah dan kering. Tapi di Kalimantan Barat, tepatnya di daerah Kapuas Hulu, ada Kerupuk Basah. Makanan ini justru kenyal, karena terbuat dari campuran tepung kanji dan daging ikan belida, lalu dikukus.
Penyajiannya mirip siomay, tapi dengan saus kacang yang khas—lebih encer dan lebih pedas. Street food ini banyak ditemukan di pasar malam atau dekat dermaga sungai. Walau rasanya menggoda, kerupuk basah belum banyak dijadikan sorotan oleh media pariwisata, sehingga jadi incaran eksklusif bagi para penjelajah kuliner sejati.
4. Gogos – Makanan Tradisional ala Sulawesi Selatan
Mirip dengan lemper, Gogos adalah nasi ketan yang diisi dengan suwiran ayam atau ikan, dibungkus daun pisang, lalu dibakar hingga harum. Street food ini biasanya hadir saat acara-acara adat Bugis dan Makassar, tapi kamu bisa menemukannya di pasar tradisional pagi hari.
Uniknya, rasa gogos berbeda-beda tergantung daerahnya—karena setiap keluarga biasanya punya resep sendiri. Beberapa menambahkan santan, beberapa lainnya memakai isian telur asin. Cocok untuk sarapan ringan tapi mengenyangkan.
Kuliner Lokal: Lebih dari Sekadar Rasa
Mengeksplorasi street food dari daerah yang belum terkenal bisa jadi pengalaman yang lebih mendalam dibanding makan di restoran besar. Selain menemukan rasa-rasa baru, kamu juga belajar budaya, sejarah, dan semangat hidup masyarakat lokal.
Buat kamu yang ingin menjelajahi kuliner dunia dengan pendekatan otentik, jangan ragu untuk membuka wawasan melalui situs seperti palatevoyage yang menyajikan informasi seputar street food dan kuliner dunia secara lengkap dan menarik.
Makanan Tersembunyi yang Layak Jadi Sorotan
Street food bukan hanya tentang yang viral dan ramai difoto. Kadang, yang paling menggugah justru yang tersembunyi dan menunggu untuk ditemukan. Dari kue lontar Papua hingga kerupuk basah Kalimantan, setiap gigitan adalah perjalanan baru.
Jadi, di liburanmu berikutnya, coba deh tinggalkan zona nyaman dan cicipi kuliner yang belum banyak dikenal orang. Siapa tahu kamu jadi penemu rasa yang belum viral, tapi layak jadi legenda.